Perjalanan ke air terjun aek martua

Air terjun aek martua merupakan salah satu tempat wisata yang terletak di daerah riau tepatnya di Desa Tangun Kecamatan Bangun Purba Kabupaten Rokan Hulu. Air terjun aek martua juga sudah menjadi wisata alam unggulan milik pemerintah kabupaten rokan hulu. Pada saat liburan semester genap tepatnya pada tanngal 7 juli 2016 lalu saya berangkat mengunjungi air terjun aek martua. Alasan saya mengunjungi air terjun aek martua adalah air terjun yang tempatnya yang paling dekat dengan kampung saya, dan juga karena suatu alasan saya belum pernah ke pergi ke air terjun sekalipun selama hidup saya.

Saya tinggal di desa bangun jaya di daerah Rokan Hulu riau. Sebelum berangkat, persiapan untuk berangkat ke air terjun itu sudah di rencanakan pada tanggal 2 juni 2016 pada saat lebaran. Ketika saya sedang mengunjungi rumah teman sekolah smk saya, saya mengajak dia untuk berlibur ke air terjun aek martua, dia pun setuju kemudian kamipun merencanakan berangkat menggunakan kendaraan sepeda motor. Motor yang di bawa adalah motor saya. Alasan kami berangkat menggunakan sepeda motor karena biaya yang murah jika di bandingkan berangkat menggunakan tavel. Jika berangkat menggunakan sepeda motor biaya yang di keluarkan biasanya hanya mengisi bahan bakar sebesar Rp. 25.000 untuk pulang pergi. Sedangkan berangkat menggunakan travel biaya yang harus di keluarkan sebesar 80.000 untuk sekali pergi saja. Kamipun juga mempersiapkan masing-masing yang perlu di bawa apa-apa saja seperti sim, helm, handphone dan pakaian yang melekat di badan kami nantinya.

Saya membawa uang saku sebesar 400.000 untuk perjalanan ke sana. Uang tersebut saya dapatkan dari hasil tabugan saya yang di berikan dari orang tua ketika berada di kampung saat membatu orang tua di kebun karet. Saya membawa uang sebesar itu karena kabarnya dari teman-teman yang sudah pernah datang kesana, untuk masuk ke air terjun itu pada saat hari liburan besar bisa membayar karcis 3-4 kali untuk menuju ke tempat air terjunnya serta biaya ketika membeli minuman dan makanan bisa sampai 2x lipat, sedangkan pada saat hari biasa kadang tidak ada membayar karcis satupun. serta untuk berjaga-jaga jika di tengah perjalanan terjadi musibah pada motor yang kami bawa.

Kemudian kamipun berangkat jam 08.00, berawal dari saya menjemput teman saya yang rumahnya berada tidak jauh dari rumah saya. Jarak untuk datang ke rumahnya sekitar 1.8 km dari kediaman rumah saya (dilihat dari google maps). Kamipun berangkat hanya  berdua saja, karena teman yang lain yang sudah di ajak, pada liburan ke tempat lain. Perjalanan ke air terjun aek martua di tempuh sekitar 65,8 km dari kampung halaman saya(dilihat dari google maps). Untuk berangkat ke sana hanya ada satu rute yaitu jalan Tuanku Tambusai . Di perjalanan kami menjumpai SPBU tepatnya di desa talikumain kemudian kami mengisi kendaraan kami dengan penuh seharga Rp.25000. Setelah kami membayarnya kami langsung berangkat menuju ke tempat tujuan. Tiba di kota pasir pangaraian ban dalam sepeda motor yang kami bawa bocor. Kemudian kami berkeliling mencari bengkel tidak jumpa karena suasana lebaran orang pada belum buka bengkel. Kami terus mencari sampai akhinya kami menemukan bengkel yang buka. Kamipun menuju ke tempat tersebut dan langsung meminta kepada pemilik bengkel tersebut untuk menempelkan ban motor kami. Ternyata bengkel tersebut tidak melayani tempel ban hanya melayani ganti ban saja, dan kamipun langsung menyetujuinya.

Setelah menunggu sekitar 30 menit akhinya motor saya sudah beres. Saya langsung membayar biaya gantibannya sebesar Rp. 40.000. Kemudian kamipun langsung melanjutkan perjalan ke tempat tujuan. Di perjalanan melewati kota pasir pangaraian akhirnya kami sampai ke gerbang masuk air terjun Aek Martua pada pukul 10.00. Kamipun langsung masuk dan membeli karcis terlebih dahulu sebesar Rp. 10.000 / orang. Kemudian kami masuk menggunakan kendaraan kami. Di perjalanan kami melewati jembatan gantung, dan perkebunan kelapa sawit dan tiba-tiba kami di berhentikan oleh sekumpulan orang untuk meminta kami membayar biaya perawatan jalan sebesar Rp. 5000 / orang kamipun langsung membayarnya. Setelah membayarnya kamipun langsung berangkat lagi selang beberapa menit sampailah di tempat parkiran air terjun Aek Martua. Dan datang seorang juru parkir meminta kami membayar biaya parkir sebesar Rp. 10000 dan saya langsung membayarnya. Kemudian kami meletakkan sepeda motor di tempat parkir dan mengunci gandanya.

Perjalanan ke tempat air terjunnya masih jauh dan hanya bisa di akses dengan berjalan kaki sejauh 3 km (dilihat dari google maps). Jalan yang di lalui hanya selebar 1 meter saja serta jalan yang manajak dan menurun yang cukup curam serta suasana daerahnya yang masih sepi. Belum sampai di tempat tujuan kami berhenti sejenak untuk istirahat karena jalan yang di lalui cukup berat. Ketika itu ada seseorang yang berjualan minuman di pinggir jalan yang akan kami lalui. Kami membeli minuman aqua 2 botol kecil seharga 20000. Setelah cukup lama berhenti kamipun melanjutkan perjalanan kami. Melewati tanjakan dan turunan lagi beberapa menit, kamipun mendengar suara derisan air terjun dari jejauhan. Ternyata Air terjunnya masih jauh lagi, dan kami terus berjalan lagi akhirnya kami sampai di tempat tujuan sungai yang di aliri air terjun itu. kami langsung beranjak ke hulu untuk melihat Air terjunnya. Melewati batu-batu besar dan sampailah kami di tempat tujuan.

Kawasan ini merupakan hutan alam berstatus taman hutan raya dengan potensi pohon ratusan kubik. Nama Aek martua merupakan nama yang di ambil dari suku mandailing yang berarti air bertuah, karena mayoritas penduduk di sini suku mandailing (diambil dari http://rohultoday.co/). Air terjun ini memiliki keunikannya tersendiri karena memiliki tiga tingkat serta airnya yang jernih. Saya menyempatkan diri membasuh muka di tempat air terjun itu. Disekitaran air terjun itu di kelilingi batuan dinding yang sangat tinggi serta tetesan air yang menetes dari akar pohon di sekitaran air terjun. Banyak orang yang mandi di air terjun itu serta melompat dari tingkat air terjun yang pertama. Kami tidak mandi di air terjun itu dengan alasan kami tidak membawa pakaian cadangan. Kami hanya berfoto mengambil gambar di sekitaran air terjun itu menggunakan kamera handphon. Kami juga bertemu dengan beberapa teman yang sedang berlibur di situ juga, dan mengobrol bersama.

Setelah cukup lama di sana jam sudah menunjukkan pukul 02.00 kami memutuskan untuk pulang ke rumah. Di mulai berjalan kaki lagi melewati tanjakan yang cukup curan kami berjalan kaki dengan kondisi cuaca yang sangat panas. Setelah itupun kami sampai di tempat parkiran dan langsung mengambil sepeda motor yang kami parkirkan. Kemudian kami langsung berangkat ke rumah.

Melewati perkebunan kelapa sawit, jembatan gantung sampailah kami di gerbang masuk air terjun Aek martua. Kami langsung berangkat pulang tanpa isirahat sekalipun dengan kecepatan sekirar 50km/jam. Setelah 1 jam lebih sampailah kami di desa kami tinggal pada sekitar pukul 03.00. Saya langsung menuju rumah teman saya untuk mengantarkannya pulang. Setelah sampai di rumahnya saya istirahat sejenak di kursi yang ada di depan rumahnya. Mengobrol sebentar saya kemudian pulang menuju rumah pada pukul 03.30. Saya mengambil motor dan langsung pulang ke rumah.

Jadi dalam perjalanan ke air terjun aek martua saya menghabiskan uang sebesar Rp. 100.000. Sekian itu tadi cerita tentang liburan saya di air terjun aek martua.

Advertisements